Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Resep Bakwan rebus ala Ibu Megawati Soekarnoputri

 

Bakwan Rebus

BOODS.ID - Siapa yang tidak mengenal bakwan, makanan yang sudah melekat dan menjadi budaya di seluruh wilayah Indonesia. Makanan ini terbuat dari sayur-sayuran dan tepung terigu yang memiliki cita rasa gurih.

Bakwan memiliki banyak nama, di Jawa Barat disebut bala-bala, di Pati, Jawa Tengah disebut Pia-pia, di beberapa Kota di Jawa Timur disebut weci atau ote-ote, sedangkan di Makassar disebut Bikang, dan masih banyak lagi sebutan yang berbeda di setiap daerah.

Bakwan umumnya adalah makanan yang di goreng dengan banyak minyak, tujuannya agar bakwan bisa matang sempurna dan gurih saat dimakan. Namun, Ibu Megawati memiliki resep tersendiri dalam mengolah bakwan, yaitu dengan cara direbus.

Menurut beliau, ibu-ibu dirumah tidak perlu antri minyak goreng berjam-jam hanya untuk memasak bakwan, karena memasak bakwan tidak perlu di goreng melainkan bisa juga dengan cara di rebus. Begitu pula, jika ibu-ibu ingin memasak keripik tempe bisa dengan cara di pepes. Atau jika ibu-ibu ingin memasak nasi goreng bisa diganti dengan cara di kukus.

Berikut ini bahan-bahan yang diperlukan dalam mengolah bakwan dan cara memasaknya menurut Ibu Megawati:

Bahan:

1. Tepung Terigu

2. Tauge

3. Wortel

4. Daun Bawang dan Seledri

5. Telur

6. Air


Bumbu

1. Bawang Putih

2. Bawang Merah

3. Ketumbar

4. Jahe / Kencur

5. Kunyit

6. Garam

7. Penyedap rasa

Untuk bahan dan bumbu bisa di sesuaikan sesuai selera atau bisa di ganti dengan bahan lain apabila harga bahan utama sedang mahal.

Cara pengolahan:

-Pertama-tama haluskan bumbu, bisa dengan blender atau bisa dengan cobek.

- Kedua, iris kecil-kecil sayuran atau bahan-bahannya.

- Ketiga, campuran semua bahan dan bumbu yang sudah dihaluskan menjadi satu, kemudian aduk sampai semua bahan tercampur.

- Keempat, didihkan air kira-kira 2 liter,  pastikan air benar-benar mendidih. Setelah airnya mendidih masukkan adonan bakwan ke dalam air mendidih tersebut secara bertahap. Jangan di bolak-balik adonan bakwannya, karena tidak akan gosong.

 - Kelima, lakukan step keempat sampai adonan habis.

- Bakwan siap di hidangkan.

Makan bakwan lebih enak saat masih hangat di tambah dengan menggigit cabai rawit atau di cocol sambal. Apabila harga cabai rawit sedang mahal, bisa di ganti dengan lada / merica yang masih segar, atau bisa juga di ganti dengan cabai Jawa. Intinya jika bahan utama sedang mahal atau langka di pasaran bisa di ganti dengan bahan atau metode lain.

Itulah tips mengolah bakwan tanpa minyak ala Ibu Megawati Soekarnoputri, semoga bermanfaat.


_____________________


Opini : 

Dalam membuat bakwan, memang ada kalanya kita bisa mengganti bahan satu dengan bahan lainnya yang masih relevan, misal mengganti tauge dengan kecambah atau mengganti wortel dengan jagung, atau bahan lain yang masih bisa di ganti. Namun perlu juga dipahami bahwa tidak semua bahan bisa di ganti. Seperti kita tidak mungkin mengganti tepung terigu dengan tepung kanji/tapioka, tidak mungkin juga kita mengganti minyak goreng dengan air, karena itu adalah hal yang absurd dan tidak masuk akal.

Ibu Megawati Soekarnoputri yang terhormat tidak pernah merasakan yang namanya antri minyak goreng. Tidak pernah merasakan yang namanya hidup susah. Tidak pernah merasakan panas terik di sawah demi bisa membeli minyak goreng, karena memang beliau adalah anak Presiden sejak lahir dan hidupnya selalu berkecukupan.

Sebagai mantan Presiden, seharusnya beliau lebih peka dan hormat terhadap rakyat, bukan malah menyalahkan rakyatnya. Kelangkaan dan melambungnya harga minyak goreng adalah tugas dan tanggung jawab pemerintah untuk mengatasinya. Masyarakat bawah biarkan mengatasi masalah lain yang lebih pelik dan urgent yang tidak di atasi/ditanggung oleh pemerintah. Mencari pekerjaan, mencari nafkah untuk bisa makan esok hari, untuk bisa menyekolahkan anaknya dan keperluan-keperluan lain yang tidak di tanggung Pemerintah.

Jika kita menilik pemikiran Ibu Megawati Soekarnoputri, maka bisa kita ambil kesimpulan bahwa "masyarakat atau rakyatlah yang harus prihatin" Masyarakat yang harus mengalah, misalnya, jika kita tidak memiliki uang untuk menyekolahkan anak, maka kita yang harus mendidik anaknya sendiri. Jika kita sakit dan tidak memiliki uang untuk berobat, maka kita disuruh meracik obat sendiri. Jika kita tidak memiliki uang untuk membayar listrik maka kita disuruh menggantinya dengan lampu minyak. Jika harga gas LPG mahal dan kita tidak mampu membelinya kita disuruh menggantinya dengan kayu bakar. Jika harga bahan bakar mahal, kita disuruh untuk menggunakan sepeda, jika tidak memiliki uang untuk membeli sepeda, kita akan disuruh jalan untuk kaki.

Itu sama sekali bukan solusi!

Jika semua permasalahan di negeri ini dilemparkan kepada rakyat, lantas untuk apa adanya Presiden, adanya anggota dewan, adanya lembaga-lembaga pemerintahan? Bukankan itu itu semua adalah tugas dan tanggung jawab mereka?

Posting Komentar untuk "Resep Bakwan rebus ala Ibu Megawati Soekarnoputri"